Sedekah Sajadah, Sarung & Mukena: Ketika Kepedulian Tak Perlu Alasan

Sedekah Sajadah, Sarung & Mukena: Ketika Kepedulian Tak Perlu Alasan

Ada yang bilang, berbagi itu bukan tentang seberapa banyak yang kita punya, tapi tentang seberapa besar hati kita dalam memberi. Dan mungkin, itulah yang sedang SMPIT/PONPES Al ‘Imaroh lakukan sejak 18 Januari 2025. Tidak ada agenda mewah, tidak ada panggung megah. Hanya niat sederhana: mengirimkan sajadah, sarung, dan mukena ke mereka yang membutuhkan.

Di sudut-sudut masjid yang sepi, di mushola kecil yang jarang disinggahi, bahkan di pojokan pom bensin tempat banyak orang singgah sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Tempat-tempat itu menjadi saksi bahwa tidak semua orang bisa dengan mudah menunaikan ibadah hanya karena satu alasan sederhana: tidak ada sajadah, tidak ada mukena, tidak ada sarung.

Dan di sinilah program ini menemukan maknanya.

Mungkin bagi kita, sajadah hanyalah selembar kain. Mukena hanya seragam ibadah. Sarung sekadar pelengkap. Tapi bagi mereka yang menadahkan tangan, ini bukan sekadar benda. Ini harapan. Ini kenyamanan dalam sujud. Ini cara agar ibadah bisa lebih khusyuk tanpa harus risau tentang peralatan sholat yang tak tersedia.

Saat program ini berjalan, ada yang tiba-tiba berbagi cerita. Seorang bapak yang berkata, “Masjid di kampung kami sudah lama tidak punya sajadah yang layak. Kalau hujan, basah. Kalau kering, berdebu.” Ada pula penjaga pom bensin yang tersenyum, “Akhirnya, pelanggan tak perlu pinjam jaket untuk dijadikan alas sholat.”

Yang menarik dari program ini adalah bagaimana ia berkembang. Awalnya hanya inisiatif SMPIT/PONPES Al ‘Imaroh. Lalu, wali murid ikut serta. Tak hanya dari unit SMPIT, tapi juga dari unit lain dalam Yayasan. Mereka yang awalnya bingung mau menyalurkan bantuan ke mana, kini menemukan jalannya.

Sejauh ini, jumlah perlengkapan yang telah dikumpulkan:

  • Sajadah: 480
  • Mukena: 120
  • Sarung: 35
  • Total donasi sementara: 635 item
  • Telah terdistribusi ke: 45 Masjid, Mushola, dan Pom Bensin

Salah satu yang paling bahagia dengan ini adalah Ust Hilal Ramadhan S.Hum selaku Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMPIT/PONPES Al ‘Imaroh. Dalam pernyataannya, beliau berkata:

“Alhamdulillah, di tahun 1446 H/2025 M ini kami masih istiqomah menjalankan program Sedekah Sajadah, Sarung, dan Mukena. Harapan kami sederhana: agar masjid, mushola, dan pom bensin tak lagi kekurangan peralatan sholat. Agar mereka yang singgah bisa lebih nyaman dalam beribadah. Dan agar semangat berbagi ini terus berlanjut, bukan hanya tahun ini, tapi seterusnya.”

Program ini bukan sekadar tentang memberi. Ini tentang mengajarkan peserta didik bahwa kepedulian itu nyata. Bahwa mereka bisa menjadi bagian dari perubahan, sekecil apapun itu. Bahwa berbagi tak perlu menunggu kaya, tak perlu menunggu sempurna.

Ini bukan program yang akan selesai dalam waktu dekat. Sebab setiap sajadah yang terbentang, setiap sarung yang dikenakan, setiap mukena yang dipakai untuk beribadah adalah doa yang terus mengalir. Dan bukankah itu yang kita cari dalam hidup ini? Amal jariyah yang tak putus, bahkan ketika kita sudah tiada?

Jadi, jika kamu masih bertanya kenapa kita harus berbagi, mungkin jawabannya sederhana: karena ada yang membutuhkan, dan kita bisa membantu. Sesederhana itu.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *