JANGAN BANYAK MENGELUH, BERKACALAH
“Diriwayatkan oleh Imam Ahmad al-Musnad bahwasanya ada seorang pengemis yang diberi sebutir kurma oleh Nabi, namun pengemis tersebut menolak karena merasa pemberian itu hanya sebutir biji kurma. Datang pengemis lain, Nabi berikan sebutir biji kurma. Terdengar ucapan terima kasih dan rasa syukur mendapat pemberian dari Nabi meski hanya sebutir kurma. Mendengar rasa syukur pengemis kedua ini, maka Nabi tambahkan 40 dirham untuknya.”
Orang yang bersyukur adalah orang yang tahu berterima kasih. Bukan sekedar hanya mengukur banyak atau sedikitnya rejeki yang kita peroleh, tapi renungkan sejenak, Jangan-jangan Rezeki yg didapat menurut kita sedikit, bisa jadi menurut org lain besar..karena yang memberi kita rejeki itu adalah Sang Maha Agung.. Manusia hanya perantara..JANGAN PERNAH MENYALAHKAN ORANG LAIN, BERKAITAN RIZKI YANG KITA DAPAT..INTROPEKSI KE DIRI KITA SENDIRI..harusnya apapun yg kita dapat sekarang, Ini saja sudah pantas membuat kita bersyukur karena sedikit atau banyak kita masih diperhatikan dan diberi rejeki oleh Allah subhanahu wata’alaa… Ayoo samakan kepintaran kita berkata2 ketika mengutip & membaca ayat Al Qur’an Lain syakatum la’azidannakum…dst…kita samakan dengan hati kita, akhlak / moral kita, Kinerja kita dan Aplikasi dari Rasa Syukur kita…Alhamdulillah…
الأجر بقدر فاعله/فعله..
Imbalan / ganjaran sesuai dengan kadar takaran amal pelakunya..
Penulis : Rahman Pasatrio, S.Pd.I (Kepala Madrasah Tsanawiyah)

Cerita ini sangat menginspirasi, terima kasih sudah berbagi.